Bahan Dasar Kemasan Makanan – Kemasan merupakan elemen yang paling penting dalam sebuah makanan. Apalagi jika makanan tersebut digunakan dalam jangka yang panjang, maka membutuhkan kemasan yang memadai. Dengan kemasan inilah makanan lebih tahan lama dan terhidar dari kerusakan. Selain untuk melindungi makanan dari kerusakan, banyak yang memanfaatkan kemasan makanan sebagai media pemasaran dan penjualan.

Bahan Dasar Kemasan Makanan

Berbagai ragam kemasan untuk makanan dibuat dengan mesin – mesin yang canggih, sehingga menghasilkan produk kemasan yang bagus. Hingga saat ini banyak model kemasan yang terbilang menarik. Sebaiknya pilih kemasan yang berbeda dan unik agar mampu menjadi penarik perhatian. Apalagi bentuk kemasan unik akan membuat pelanggan selalu ingat, bahkan dapat menjadi produk ikon terbaik.

Adapun bahan dasar kemasan makanan juga beragam, mulai dari kertas, plastik, kaca atau botol dan kemasan kaleng. Didesain sedemikian rupa membuat kemasan menjadi nilai jual yang tinggi. Dengan kemasan yang bagus tentu akan menarik peminat bagi para pembeli. Nah Bersama artikel ini, kami akan memberitahukan kepada pembaca mengenai ragam atau jenis kemasan untuk makanan.

1. Kemasan Makanan Kertas

Kemasan makanan dari kertas dan karton saat ini telah banyak digunakan. Melihat banyaknya keunggulan yang dimiliki, banyak pelaku usaha kuliner beralih menggunakan kemasan makanan kertas. Biasanya kertas yang digunakan adalah keras food grade, kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG). Alasan penggunaan kemasan kertas adalah mudah dicetak dan harganya relative lebih mudah dijangkau.

Meskipun kemasan makanan kertas tidak tahan lama seperti kaleng, botol atau plastik, namun kemasan ini mampu bertahan untuk memanaskan makanan pada microwave. Keuntungan lain adalah tidak merusak ekosistim, karena kemasan kertas lebih mudah hancur dari pada kemasan yang lainnya. Maka dari itu, segeralah beralih menggunakan kemasan kertas demi menjaga lingkungan dan alam sekitar kia.

2. Kemasan Makanan Plastik

Kemasan plastik memang kurang baik untuk makanan dan lingkungan, tapi tak bisa kita pungkiri juga untuk dapat meninggalkanya. Yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua jenis plastik bisa  dipakai untuk mengemas makanan dan minuman. Ada beberapa jenis plastik yang tidak dapat digunakan untuk kemasan makanan dan minuman karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan manusia.

Kemasan makanan berbahan plastik sifatnya ringan dan relatif lebih ekonomis. Tetapi masa simpan lebih cepat dibandingkan dengan kaleng. Kemasan plastik dapat berbentuk plastik lembaran, kantong plastik, wadah plastik dengan bentuk tertentu, botol, toples maupun gelas plastik.

3. Kemasan Makanan Kaca

Kemasan makanan dari kaca sifatnya tidak berekasi dengan bahan yang dikemas, tahan terhadap produk yang bersifat asam dan basa. Namun kelemahannya adalah rentan pecah apabila terkena benturan serta bobotnya yang cukup berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam atau kertas. Kemasan gelas ini biasanya digunakan sebagai  kemasan makanan dan minuman berkalori tinggi.

Untuk pencegahan agar dalam perjalanan tidak pecah, biasanya dikombinasikan dengan kemasan sekunder seperti karton bergelombang, krat kayu, maupun krat plastik. Sehingga dengan begitu resiko pecah atau rusak bisa dikurangi.

4. Kemasan Makanan Kaleng

Kemasan makanan dari logam atau kaleng adalah kemasan yang paling aman karena kemasan ini dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen. Namun kekurangan dari kemasan kaleng adalah mahal dan pembelian harus dalam jumlah besar. Biasanya kemasan logam ini digunakan pada makanan jangka Panjang, seperti sarden, cornet sapi dan ayam serta roti kering.

Selain itu, untuk aplikasinya juga harus menggunakan alat penutup kaleng khusus yang harganya juga cukup mahal. Teknologi pembuatan kemasan dari kaleng saat ini berkembang dengan pesat sehingga kemasan dapat dibuat dengan bermacam–macam bahan. Kemasan logam biasanya dibuat dari bahan aluminium dan plat besi lapis timah berwarna putih.

5. Kemasan Makanan Fleksibel

Kemasan makanan fleksibel adalah  suatu revolusi dari teknologi pembuatan kemasan saat ini. dibuat dengan bentuk yang fleksibel dimana akan menyesuaikan dengan sifat produk makanan yang dikandungnya. Bentuknya berubah jika diberi tekanan atau sentuhan. Kemasan fleksibel biasanya diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti rol, kantong dan sachet.

Kemasan makanan fleksibel ini umumnya dibuat dari aluminium foil, film plastik, selopan, film plastik berlapis logam aluminium (metalized film) dan kertas dibuat satu lapis atau lebih dengan atau tanpa bahan thermoplastik ataupun bahan perekat lainnya sebagai bahan pengikat ataupun pelapis.

WhatsApp chat